Sabtu, 31 Desember 2016

Perkembangan Industri game .

Pada blog kali ini saya akan membahas tentang perkembangan industri game. game dimainkan pada sebuah gadget atau seperangkat alat tertentu, baik secara offline maupun online alias terkoneksi Internet.
     Seiring perubahan zaman dan teknologi, perkembangan industri game di dunia ternyata menciptakan potensi bisnis dengan nilai yang cukup luar biasa, hingga triliunan rupiah, termasuk di Indonesia. Potensi industri game di Indonesia sangat besar, baik dari sisi talenta atau dari marketnya. Sejak awal tahun 2000-an, begitu banyak developer game luar negeri seperti dari China, Korea, AS, Eropa, dll yang masuk ke Indonesia, sampai-sampai pada waktu itu menimbulkan booming game. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan game developer luar seperti Gameloft yang membuka cabang di Indonesia dan publisher game besar seperti SquareEnix yang sudah merilis game Final Fantasy dalam bahasa Indonesia.
     Jika dilihat dari sisi internal, jumah developer lokal juga meningkat cukup pesat dalam dua tahun terakhir, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogyakarta, dan kota-kota lainnya. Institusi pendidikan pun sudah mulai banyak yang membuat spesialisasi jurusan IT dengan bidang Game Development. Salah satu yang membanggakan pecinta game tanah air adalah dengan keluarnya game online pertama di Indonesia bergenre MMORPG, dengan nama Nusantara Online (Nusol).
     Dari sisi market, potensi terbesar Indonesia bisa dibilang ada pada jumlah pengguna sosial media seperti facebook dan pengguna mobile phone yang sangat tinggi. Bisa dibilang dua market itu potensinya cukup besar untuk dimonetize. Jadi, jika anda tertarik untuk terjun ke bisnis industri game, langkah paling mudah adalah dengan menjual game anda ke appstore atau marketplace seperti iTunes, Appstore, Nokia Store, atau Android Marketplace.
     Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan sebuah game, mulai dari visualisasi, karakter, alur cerita, sampai judul game sendiri. Yang terpenting selama dalam proses desain, kita harus selalu mengingat target pemain dari game kita, agar jangan sampai terlalu condong ke salah satu kelompok pemain tertentu (karena tergetnya untuk semua pihak). Jika tidak, maka peminat game anda akan sedikit karena terbatas.
     Soal keuntungan/revenue yang dihasilkan dari penjualan mobile game biasanya tidak cepat, alias ROI (Return of Investment) nya cukup lama. Ada dua model yang bisa dilakukan dalam menjual game :
  1. Menjual game berbayar atau dengan kata lain mendapat uang dari tiap pembelian game anda.
  2. Merilis game gratis tapi dengan menggunakan jasa perusahaan mobile game advertising, jadi anda bisa mendapat uang dari pemasangan iklan di game anda.
     Sejauh ini belum ada survei yang meneliti tentang genre game yang paling populer di indonesia, tapi secara umum ada beberapa genre game yang populer di Indonesia, diantaranya :
  1. FPS (First Person Shooter), misalnya Counter Strike dan Point Blank. Counter Strike adalah salah satu game yang paling banyak dimainkan saat trend game center baru muncul sekitar tahun 2000-an. Sekarang, Counter Strike (CS) malah telah meluncurkan versi onlinenya (CS Online) pada tahun 2011 lalu.
  2. RPG (Role Playing Game). Genre ini cukup populer di kalangan game Indonesia, mulai dari game RPG klasik seperti Final Fantasy sampai MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) seperti game Ragnarok Online, RF Online (game keluaran 2000-an) sampai game MMORRG keluaran terbaru (2008 keatas), seperti Perfect World, Lineage II, Rohan, Atlantica, 3 Kingdoms, dan sebagainya.
  3. RTS (Real Time Strategy), contohnya Warcraft atau DotA (Defense of the Ancient). Jenis game ini tidak hanya nge-top di dunia, tetapi juga sangat populer di Indonesia, dengan banyaknya komunitas dan kompetisi jenis dalam game tersebut.
Ada beberapa faktor dari sebuah game yang disukai oleh orang Indonesia :
  1. Free-to-play. Sebagian besar gamer di Indonesia lebih menyukai model F2P seperti ini dibandingkan model subscription seperti WoW.
  2. Komunitas yang aktif. Gamer di Indonesia lebih menyukai game yang komunitasnya aktif, jadi mereka bisa berinteraksi dengan gamer lain dan bersaing di dalam game.
  3. Kompetisi. Gamer Indonesia senang bersaing, dan menyenangi game yang bisa memfasilitasi mereka bersaing dengan teman-temannya, walaupun tidak harus dalam bentuk kompetisi formal.
Sumber : https://haryonogaf.wordpress.com

Jumat, 30 Desember 2016

Game developer indonesia.

Jakarta, CHIP.co.id - Perkembangan industri game di Tanah Air belakangan ini cukup menggembirakan. Setidaknya jika indikatornya adalah jumlah developer yang terus bertambah. Menurut data MCVUK.com, terdapat lebih dari 100 game developer yang berasal dari Indonesia. Selain 100 game developer, MCVUK.com juga melaporkan terdapat distributor dan publisher game yang aktif mengembangkan industri ini.

Berikut daftarnya:
5 Retailers dan Distributor Game besar di Indonesia:
Drakuli, GS Shop, Maxsoft, Uptron, Technosolution
 
5 Publisher Lokal di Indonesia:
IAH Games, Kreon Indonesia, Lyto, Megaxus, Qeon Interactive
 
80 Indonesia Game Developer:
Abigdev, Agate Studio, Amagine Interactive, AntPixel, Alegrium, Altermyth Studio, ArtLogic Games, Awaken Dreams Studio, Angril Softwerks, Anantarupa Studios, Aksara Games Studio, Atrova Studios, Access Technology, Belugerin Studios, Beavers Studio, Bounty Studio, Batersoft, Caravan Studio, Cornicle Games, Divine Kids, D`Games Interactive, Dombi Illustartion Corps, Dream-Frog Studios, Educa Studio, Enthrean Guardian, Elven Tales, Esabra Games, Elasitas, Flip N Tale, Funever Games, Fortunacus Lucas Games, flooGames, Gemuku, Guava Games, Go Games, Gong Studios, Garuda Games Studio, Gaple Studio, Iamgamedeveloper, Jotter Production, Jackisgames, Joyverter, Komodoz, Kutu Games, Lucidrine, Labu Games, Lokilaki Studios, Little Giant World, Loyal Eternal, Lotus Game Studio, Main Studios, Menara Games, MAX Studio, Metric, Mars2 Studio, Maximize Games, MINTSPHERE, Nightspade, Oray Studios, Oneb1t Digital Agency, Own Games, Piqmi, Pokkon Studio, roseVeRte, Studioindependent, Stellar-Ø, Sangkuriang Studio, Sola interactive, Soybean Soft, Small Farm Studio, SLAB Games, Tanoshii Creative Studio (Tanoshii Studio), Tempa Labs, Teelos Games, Toge Productions, TouchTen, Tinker Games, UB Games, Virtuastudio, vresgame, Wandah, Whappa Games Studio, ZanuZawa, 3BRO.

Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi kalian. Terima Kasih.

Sumber : http://chip.co.id/

Seputar Game Development.

Pada blog kali ini akan membahas sedikit tentang game development . Dalam dunia pembuatan perangkat lunak atau software development, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah SDLC (Software Development Life Cycle), yang isinya merupakan tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan saat membangun sebuah perangkat lunak.
Game Development hampir sama dengan software development sebenarnya, tetapi dengan beberapa penambahan, karena membuat sebuah game yang kelihatannya `kurang serius` dan terkesan main-main justru tahapan pekerjaan yang dilakukan lebih kompleks.
Dan karena adanya beberapa perbedaan, muncullah istilah GDLC (Game Development Life Cycle), yang isinya merupakan panduan tahapan pekerjaan dalam membangun sebuah game.
Beberapa tahapan GDLC, antara lain :
  • Concept :
    • When the game concept is written down
    • When brainstorming occurs
    • When ideas are generated
  • Prototype :
    • Game is developed so that users can start to experience the fun
    • Typically lasts 2-4 months
  • Pitch :
    • Game developers pitch their game to management or publisher’s representatives
    • Explains
      • why the game is a great concept,
      • why it is ready and right for the video game market,
      • wheter it is producible,
      • how it will be developed
  • Green Light :
    • Begin after pitch is approved for production
    • Involves gathering a team to begin working on the game
    • May involve interviewing and contacting several video-game development companies to assemble the right team for the game
    • Often, a game cannot enter pre-production until business and legal issues are resolved
  • Pre-Production :
    • Works on defining production pipelines
    • Identifying the needs and uses of the tools they’ll need
    • Outlining and fleshing out details behind game’s design
  • Production :
    • When the game building actually begins
    • Often a long process – at least 12 months, often much longer
  • Quality Assurance :
    • Also known as testing phase
    • About 3-4 months before the game is scheduled to go to manufacturing
    • The game is tested for bugs, errors, deficiencies, incompatibilities
  • Final Gold Master :
    • When game is sent to the publisher or hardware manufacturer
    • There is a potential for revisions
Perbedaan yang sangat kentara adalah ketika tahap prototype dan pitch, karena dalam game development biasanya terdapat rangkaian misi dan level, nah sebuah prototypebiasanya berbentuk satu level gameplay yang sudah bisa dimainkan oleh pengguna. Jika prototype tersebut mendapatkan lampu hijau, maka proses development bisa dilanjutkan.
Selain itu, kita harus memperhatikan beberapa hal selama membangun sebuah game, seperti :
  • Graphics programming (including shader development)
  • Animation
  • Physics simulation
  • AI and gameplay
  • Audio
  • Networking (typically fairly low-level stuff)
Masih ada juga aspek di luar sisi programming seperti story dan goal memainkan sebuah game, dimana beberapa hal itu tidak terlalu berpengaruh besar ketika kita ada di lingkungan software development biasa.
Seperti halnya SDLC yang bermacam-macam jenisnya, GDLC juga mempunyai banyak pendekatan, jadi tidak hanya terpaku pada langkah-langkah di atas. Masih banyak alternatif lainnya.
game-development-life-cycle
Semoga blog ini dapat menambah pengetahuan kalian tentang game development . Terima Kasih.
Sumber : http://arifsetiawan.com/

tentang Game development

GAME DEVELOPMENT
Seiring dengan makin di gandrunginya dunia per-game-an pada masa kini, entah itu untuk pembuatan maupun penggunaan gamenya itu sendiri maka pada tulisan ini saya akan membuat sebuah penjelasan yang berisikan tentang bagaimana game itu dibuat dan apa saja yang diperlukan, juga termasuk didalamnya terdapat beberapa pendefininisian dari game itu sendiri, genre apa saja yang terdapat dalam suatu game apakah itu game console atau pun game online.
pada bagian artikel saya yang pertama ini saya akan menitik beratkan kepada bagaimana game itu di buat.
Pasti dalam benak kita sebelumnya pernah bertanya, apa sih game itu???
Sekarang siapa sih yang nggak kenal sama game, dari mulai bayi baru bisa ngomong sampe kakek-kakek beristri lima jg pasti kenal dan pernah memainkan suatu game. Entah itu console ato game dengan bentuk lainya.
Nah, pertanyaan sesimple itu lah yang mendasari saya untuk membuat artikel ini….

Game adalah sebuah software yang sebernarnya memiliki tujuan utama untuk mengisi aktivitas jika kita membutuhkan banyak hiburan agar kita tidak mengalami stress dalam menghadapi kehidupan yang keras pada zaman ini (LEBAY BANGET KATA-KATANYA :D). Namun bagi sebagian orang, game juga bisa menjadi bagian dari hidupnya. Orang-orang ini sering di sebut juga gemahollic atau game freak. Namun, ada juga sebagian dari orang berpikir bahwa game adalah suatu ide yang akan mendatangkan keuntungan yang sangat bejibun pada zaman ini. Kumpulan orang ini biasa di sebut dengan game developer, yang bekerja di bidang game developing.
Oleh karena pembuatan suatu game itu pastinya tidak semudah seperti kita masak air (ITU AJA MASI SUKA ANGUS :D), maka dibutuhkan suatu team yang memiliki visi dan misi sama dalam hal pembuatan game itu sendiri. Nah, sekarang kita akan membahas tentang sekumpulan orang-orang ini ato yang kita sebut tadi dengan sebutan game developer. Pada suatu team game developer, pasti memiliki bagian-bagian atau divisi dimana divisi itu diisi oleh orang yang memiliki keahlian khusu di bidangnya. Ada beberapa divisi yang terdapat dalam suatu team pembuat game ini. Di antaranya :
– Team Leader
Bagian ini biasanya hanya disi oleh satu orang saja dimana orang tersebut memiliki tugas yang paling penting dimana orang tersebut bertugas untuk memimpin team dalam pembuatan game agar tetap kompak dan sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan sebelumnya.
– Game Designer
Seperti kita ketahui dari arti nama divisinya, orang-orang yang bekerja di divisi ini bertugas untuk mendesign suatu game,termasuk didalamnya seperti menentukan alur, tipe, dan tampilan yang game itu seperti apa. Biasanya mereka mendesign game tersebut secara berkelompok.
– Producer
Orang-orang yang bekerja pada divisi ini mempunyai tugas untuk mengarahkan bentuk dari game menjadi seperti apa yang diinginkan sebelumnya sesuai dengan hasil yang sudah disetujui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan game tersebut.
– Programmer
Divisi ini diisi oleh orang-orang super yang pandai dalam membuat suatu source code yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam suatu pembuatan game. Pada bagian inilah sang “game maker” akan bekerja secara kompak untuk membuat sebuah game yang diinginkan. Mereka akan bekerja keras untuk mendapatkan game seperti yang diinginkan sebelumnya, namun sayang Game Programmer di Indonesia masih sedikit sekali.
– Artist
Orang yang berkerja pada divisi ini memiliki tugas untuk membuat sebuah tampilan atau bentuk dari suatu character yang nantunya akan digunakan pada game yang akan dibuat.
– Composer (Music Editor)
Orang yang bekerja pada divisi ini memiliki tugas untuk menyisipkan suatu sound effect yang nantinya akan membuat suatu suasana dari game itu menjadi lebih real, karena dengan penggunaan dan penempatan suara yang pas dapat membuat game menjadi jauh lebih menarik.
– Script And Text Editor
Pada divisi ini, team akan memiliki tugas untuk membuat suatu scenario dari game yang diinginkan. Skrip-skrip tersebut nantinya akan dibaca oleh sang game artist untuk dijadikan gambaran dasar pembuatan suatu character yang cocok dengan skrip yang telah dibuat.
– Cinematic
Pada divisi ini, orang-orang pada bidang cinematic ini akan membuat game yang lebih menarik dalam segi alur, tampilan, maupun konsep-konsep lainnya agar lebih nyaman ketika dimainkan.
Semoga Blog ini dapat bermanfaat bagi kalian. Terima Kasih.
Sumber : https://rizkiekasatria.wordpress.com

Seputar Game Theory.

Pada blok kali ini saya akan membahas tentang Game Theory(Teori Permainan).
Game Theory atau Teori Permainan adalah suatu bidang studi ilmu yang berhubungan dengan pengambilan keputusan strategis, dan banyak mengalami perkembangan pemanfaatan di bidang ekonomi dan politik.
Pengambilan keputusan disini tidak banyak terkait dengan operasional sehari-hari, tapi lebih kepada bagaimana menempatkan diri dalam suatu kompetisi, sehingga memperbesar kemungkinan bagi kita untuk keluar sebagai pemenang.
Dengan memahami Game Theory, kita akan mampu membuat suatu model matematis yang dapat kita gunakan untuk menghitung kemungkinan pencapaian objektif (menang) secara maksimal.
Dengan demikian, model Game Theory lebih ke arah menuntun keputusan apa yang perlu dilakukan, dan bukan tentang apa dan bagaimana merumuskan objektif Anda.
Elemen-elemen pada pemodelan pada Game Theory adalah sebagai berikut :
  1. Player (pemain) : adalah individu yang mengambil keputusan.
  2. Action / Move (langkah / aksi) : adalah suatu pilihan yang dibuat.
  3. Payoff : adalah suatu imbalan yang didapatkan atau ekspektasi ketika langkah-langkah yang direncanakan telah dijalankan oleh pemain tersebut dan pemain lainnya.
  4. Information : adalah fakta dari berbagai variable yang didapatkan oleh pemain pada setiap titik berlangsungnya permainan.
Keempat elemen tersebut kemudian dikombinasikan dan diidentifikasikan sebagai aturan-aturan permainan (rules of the game).
Dari aturan-aturan ini, pemodel bisa mendapatkan gambaran apa yang akan terjadi, karena tiap pemain akan memaksimalkan payoff-nya melalui perencanaan langkah (action) atau disebut strategi.
Keberhasilan penerapan Game Theory banyak diklaim oleh berbagai peneliti dan diakui secara luas. Beberapa contoh keberhasilan penerapan Game Theory adalah prediksi hasil pemilu, suksesi politik, hasil permainan baseball, dan lain-lain.
Semoga blog ini dapat menambah pengetahuan kalian tentang game theory. Terima Kasih.
Sumber : http://www.belajarexcel.info/

Mengenal apa itu Game Theory.

Pada blog ini kita akan mengenal lebih dalam tentang game theory. Teori ini awalnya dikembangkan para matematikawan, namun memiliki banyak aplikasi dalam bidang ekonomi. Banyak film menggambarkan situasi khas game theory, seperti Memento, Ransom, dan The Hunt for Red October. Memang, aplikasi game theory tidak hanya ditemukan dalam ekonomi, tetapi juga manajemen, negosiasi politik, psikologi, bahkan interaksi sosial manusia sehari-hari.
Sebagai teori yang berasal dari matematika, tentunya game theory juga terkait erat dengan ilmu-ilmu nonsosial seperti ilmu komputer, elektronika, hingga fisika. Sementara dari sudut pandang ilmu sosial, dapat dikatakan bahwagame theory berusaha menjelaskan interaksi dan perilaku manusia (ilmu sosial) dari sisi rasional. Dalam ekonomi,game theory menjelaskan perilaku bisnis, misalnya dalam persaingan marketing antara dua atau beberapa perusahaan besar yang menguasai pasar (kartel).
Beberapa pakar game theory terkenal yang mengembangkan teori ini antara lain John Nash, yang kisah hidupnya dituangkan dalam sebuah film terkenal peraih Oscar berjudul A Beautiful Mind. Bersama dengan Reinhard Selten dan John Harsanyi, Nash dianugerahi hadiah Nobel Ekonomi tahun 1994. Selain itu Leonid Hurwicz, Eric Maskin dan Roger Myerson bersama-sama meraih Nobel Ekonomi pada 2007 untuk tema mechanism design theory yang sering juga disebut reversed game theory. Berikut ini kita bahas beberapa strategi interaksi dasar sebagai pengenalangame theory.
Strategi dominan
Pertama, kita belajar cara membaca apa yang disebut sebagai matriks imbalan (pay-off matrix). Di dalam matriks ini, pemain A dapat memilih “atas” atau “bawah”, dan imbalan yang didapatkannya tergantung dari pilihan pemain B yang bisa memilih “kiri” atau “kanan”. Jika A memilih “atas” saat B memilih “kanan”, imbalan yang mereka dapatkan adalah 0 untuk A dan 1 untuk B (sel kuning).
Ed09-matematika-1
Dalam strategi dominan, masing-masing pemain memiliki 1 pilihan optimal yang tidak tergantung pada pilihan pemain lain. Dalam hal ini, A akan selalu memilih “bawah” karena imbalan 2 (“bawah”-“kiri”) atau 1 (“bawah”-“kanan”) tidak pernah lebih buruk daripada 1 (“atas”-“kiri”) atau 0 (“atas”-“kanan”). Demikian pula, bagi B, memilih “kiri” tidak akan pernah lebih buruk daripada memilih “kanan”, apapun pilihan A. Dengan demikian, “bawah” dan “kiri” adalah strategi dominan bagi masing-masing pemain A dan B.
Pada situasi ketika terdapat strategi dominan untuk masing-masing pemain, equilibrium atau titik keseimbangan akan selalu tercapai. Dalam kasus ini, A dengan “bawah”, dan B dengan “kiri”, dengan imbalan 2 untuk A dan 1 untuk B (sel hijau) merupakan keseimbangan strategi dominan (dominant strategy equilibrium).
Keseimbangan Nash (Nash Equilibrium)
Fenomena ini diformulasikan pada tahun 1951 oleh John Nash, matematikawan yang namanya disebut di awal tulisan. Menurut Nash, strategi dominan tidak selalu ada, bahkan cenderung jarang terjadi. Jika kita perhatikan matriks imbalan di bawah ini, tidak ada strategi dominan dari masing-masing pemain.
Ed09-matematika-2
Saat strategi dominan tidak terjadi, keseimbangan masih dapat dicapai apabila masing-masing pemain bisa memilih dengan optimal berdasarkan harapan terhadap tindakan yang diambil oleh pemain lain. Pada situasi di atas, jika pemain A memilih “atas”, pilihan optimal bagi B adalah “kiri”. Sebaliknya jika B memilih “kiri”, pilihan optimal A adalah “atas”. Dengan demikian, “atas”-“kiri” (sel kuning) juga merupakan posisi keseimbangan, yang disebut sebagai keseimbangan Nash (Nash equilibrium). Jadi, keseimbangan Nash adalah sepasang strategi ketika pilihan yang diambil A adalah pilihan optimal terhadap kondisi pilihan yang diambil B, dan sebaliknya.
Masalahnya, jika asumsinya dibalik dari B memilih “kanan” terlebih dahulu, ternyata bisa timbul posisi keseimbangan Nash yang lainnya, yaitu “bawah”-“kanan” (sel hijau). Jadi, keseimbangan Nash tidak selalu hanya satu keadaan. Selain itu, ada juga situasi tanpa keseimbangan Nash seperti tergambar dalam matriks imbalan berikut ini.
Ed09-matematika-3
Jika A memilih “atas”, B akan memilih “kiri”. Namun, jika B memilih “kiri”, A akan memilih “bawah”. Selanjutnya, jika A memilih “bawah”, B akan memilih “kanan”, dan jika B memilih “kanan”, A akan memilih “atas”. Dengan demikian keseimbangan tidak dapat tercapai.
Dilema tahanan (Prisoner’s dilemma)
Masalah lain dalam keseimbangan Nash adalah jika posisi keseimbangan yang tercapai membuat kedua  belah  pihak mengambil  pilihan yang bukan paling optimal. Kondisi ini terkenal dengan sebutan dilema tahanan (prisoner’s dilemma). Kita bayangkan, ada 2 tahanan (tersangka) yang diselidiki secara terpisah tanpa saling bisa menebak pilihan tindakan satu sama lain. Masing-masing tahanan mempunyai pilihan untuk mengaku atau menyangkal, dengan implikasi seperti tergambar pada matriks di bawah ini.
Ed09-matematika-4
Jika A mengaku, dia bisa bebas dan B akan menanggung hukuman 6 bulan. Jika kedua tahanan sama-sama mengaku, keduanya akan ditahan selama 3 bulan. Jika keduanya menyangkal, mereka akan ditahan 1 bulan.
A akan memilih untuk mengaku. Alasannya, bila B menyangkal, dia akan bebas. Kalaupun B mengaku, dia masih akan lebih baik, yakni ditahan 3 bulan daripada 6 bulan. Dengan demikian, bukan saja fenomena keseimbangan Nash, melainkan keseimbangan strategi dominan dapat terjadi di sini, yaitu saat kedua tahanan akan memilih mengaku (tanpa mengetahui strategi tahanan lain). Pada akhirnya, kedua tahanan berada pada kondisi “A mengaku” dan “B mengaku” (-3, -3) seperti ditunjukkan sel kuning. Akan tetapi, keseimbangan ini ternyata bukan kondisi terbaik karena kedua tahanan bisa mendapatkan hasil lebih baik jika “A menyangkal” dan “B menyangkal” pula (-1, -1), ditunjukkan oleh sel hijau. Tentu saja ini hanya bisa terjadi jika keduanya dapat berkoordinasi.
Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk kalian. Terima Kasih.
Sumber : http://majalah1000guru.net/

Tentang Game Theory

Pada blog kali ini saya akan membahas sedikit tentang Game theory. apasih yang dimaksud dengan game theory ??? .
1.    Pengertian Game Theory
         Menururt Dimiyati (1992), teori permainan (game theory) adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada saat ada dua pihak atau lebih berada dalam kondisi persaingan atau konflik. Pihak-pihak yang bersaing ini disumsikan bersifat rasional dan cerdas, artinya masing-masing pihak akan melakukan strategi tindakan yang rasional untuk memenangkan persaingan itu, dan masing-masing pihak juga mengetahui strategi pihak lawannya. Selanjutnya pihak ini disebut pemain.
Menurut Ayu (1996), game theory merupakan suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Game theorymelibatkan dua atau lebih pengambil keputusan atau yang disebut pemain. Setiap pemain dalam game theory mempunyai keinginan untuk menang.
Tujuan teori ini adalah menganalisa proses pengambilan keputusan dari persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih pemain/kepentingan. Kegunaan dari teori permainan adalah metodologi yang disediakan untuk menstruktur dan menganalisa masalah pemilihan strategi. Menggunakan teori permainan, maka langkah pertama adalah menentukan secara explicit pemain, strategi yang ada, dan juga menentukan preferensi serta reaksi dari setiap pemain.
Terdapat dua jenis strategi permainan yang dapat digunakan pada game theory, yaitupure strategy (setiap pemain mempergunakan strategi tunggal) dan mixed strategy(setiap pemain menggunakan campuran dari berbagai strategi yang berbeda-beda).Pure strategy digunakan untuk jenis permainan yang hasil optimalnya mempunyai saddle point (semacam titik keseimbangan antara nilai permainan kedua pemain). Sedangkanmixed strategy digunakan untuk mencari solusi optimal dari kasus game theory yang tidak mempunyai saddle point.

2.    Unsur-unsur Dasar Game Theory
        Ada beberapa unsur atau konsep dasar yang sangat penting dalam penyelesaian setiap kasus dengan teori permainan. Berikut penjelassan selengkapnya :
a).        Jumlah Pemain
Permainan diklasifikasikan menurut jumlah kepentingan atau tujuan yang ada dalam permainan tersebut. Dalam hal ini perlu dipahami, bahwa pengertian “jumlah pemain” tidak selalu sama artinya dengan “jumlah Orang” yang terlibat dalam permainan. jumlah pemain disini berarti jumlah kelompok pemain berdasarkan masing-masing kepentingan atau tujuannya. Dengan demikian dua orang atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama dapat diperhitungkan sebagai satu kelompok pemain.
b).        Ganjaran / Pay-off
Ganjaran / pay-off adalah hasil akhir yang terjadi pada akhir permainan berkenaan dengan ganjaran ini, permainan digolongkan menjadi 2 macam kategori, yaitu permainan jumlah-nol (zero-sum games) dan permainan jumlah-bukan-nol (non-zero-sum games). permainan jumlah-nol terjadi jika jumlah ganjaran dari seluruh pemain adalah nol, yaitu dengan memperhitungkan setiap keuntungan sebagai bilangan positif dan setiap kerugian sebagai bilangan negatif. Selain dari itu adalah permainan jumlah – bukan-nol. Dalam permainan jumlah-nol setiap kemenangan bagi suatu pihak pemain merupakan kekalahan bagi pihak pemain lain. letak arti penting dari perbedaan kedua kategori permainan berdasarkan ganjaran ini adalah bahwa permainan jumlah-nol adalah suatu sistem yang tertutup. Sedangkan permainan jumlah-bukan-nol tidak demikian halnya. Hampir semua permainan pada dasarnya merupakan permainan jumlah-nol. Berbagai situasi dapat dianalisis sebagai permainan jumlah-nol.
c).        Strategi Permainan
Strategi permainan dalam teori permainan adalah suatu siasat atau rencana tertentu dari seorang pemain, sebagai reaksi atas aksi yang mungkin dilakukan oleh pemain yang menjadi saingannya. permainan diklasifikasikan menurut jumlah strategi yang tersedia bagi masing-masing pemain. Jika pemain pertama memiliki m kemungkinan strategi dan pemain kedua memiliki n kemungkinan strategi, maka permainan tersebut dinamakan permainan m x n. letak arti penting dari perbedaan jenis permainan berdasarkan jumlah strategi ini adalah bahwa permainan dibedakan menjadi permainan berhingga dan permainan tak berhingga. Permainan berhingga terjadi apabila jumlah terbesar dari strategi yang dimiliki oleh setiap pemain berhingga atau tertentu, sedangkan permainan tak berhingga terjadi jika setidak-tidaknya seorang pemain memiliki jumlah strategi yang tak berhingga atau tidak tertentu.
d).        Matriks Permainan
Setiap permainan yang dianalisis dengan teori permainan selalu dapat disajikan dalam bentuk sebuah matriks permainan. matriks permainan disebut juga matriks ganjaran yaitu sebuah matriks yang semua unsur berupa ganjaran dari para pemain yang terlibat dalam permainan tersebut. Baris-barisnya melambangkan strategi –strategi yang dimiliki pemain pertama, sedangkan kolom-kolomnya melambangkan strategi-strategi yang dimiliki pemain lain. dengan demikian, permainan berstrategi mxn dilambangkan dengan matriks permainan m x n . Teori permainan berasumsi bahwa strategi yang tersedia bagi masing-masing pemain dapat dihitung dan ganjaran yang berkaitan dengannya dapat dinyatakan dalam unit, meskipun tidak selalu harus dalam unit moneter. Hal ini penting bagi penyelesaian permainan, yaitu untuk menentukan pilihan strategi yang akan dijalankan oleh masing-masing pemain, dengan menganggap bahwa masing masing pemain berusaha memaksimumkan keuntungannya yang minimum (maksimin) atau meminimumkan kerugiannya yang maksimum (minimaks). Nilai dari suatu permainan adalah ganjaran rata-rata / ganjaran yang diharapkan dari sepanjang rangkaian permainan, dengan menganggap kedua pemain selalu berusaha memainkan strateginya yang optimum. Secara konvensional, nilai permainan dilihat dari pihak pemain yang strategistrateginya dilambangkan oleh baris-baris matriks ganjaran, dengan kata lain dilihat dari sudut pandang pemain tertentu. pemain dikatakan adil (fair) apabila nilainya nol, dimana takseorang pemain pun yang memperoleh keuntungan atau kemenangan dalam permainan yang tidak adil (unfair) seorang pemain akan memperoleh kemenangan atas pemain lain, yaitu jika nilai permainan tersebut bukan nol, dalam hal ini nilai pemain adalah positif jika pemain pertam (pemain baris) memperoleh kemenangan, sebaliknya nilai permainan negatif jika pemain lain (pemain kolom) memperoleh kemenangan.
e).        Titik Pelana (Saddle Poin)
Titik pelana adalah suatu unsur didalam matriks permainan yang sekaligus sebagai maksimin baris dan minimaks kolom. permainan dikatakan bersaing ketat (Strictly determined) jika matriksnya memiliki titik pelana. Strategi yang optimum bagi masing-masing pemain adalah strategi pada baris dan kolom yang mengandung titik pelana tersebut. dalam hal ini baris yang mengandung titik pelana merupakan strategi optimum bagi pemain pertama, sedangkan kolom yang mengandung titik pelana merupakan strategi optimum bagi pemain lain. Langkah pertama penyelesaian sebuah matriks permainan adalah memeriksa ada atau tidaknya titik pelana. Bila terdapat titik pelana permainan dapat segera dianalisis untuk diselesaikan. Untuk menentukan titik pelana biasanya dilakukan dengan menuliskan nilai-nilai minimum dan Maksimum masing-masing kolom, kemudian menentukan maksimun diantara minimum baris dan minimum diantara maksimum kolom. jika unsur maksimum dari minimum baris sama dengan unsur minimum dari maksimum kolom, atau jika maksimin = minimaks, berarti unsur tersebut merupakan titik pelana.
Teori permainan dapat diterapkan dalam berbagai bidang, meliputi kemiliteran, bisnis, social, ekonomi dan ekologi. Sebagai contoh pada dunia bisnis, seorang direktur suatu perusahaan didalam memperkenalkan sebuah produk baru berusaha mengetahui kemungkinan strategi paling baik atau suatu kombinasi strategi untuk merebut market share yang lebih besar, sementara saingannya juga mencoba meperkenalkan produk sejenis dengan strategi yang berbeda dengan direktur pemasaran tersebut, antara lain: penurunan harga, pemberian hadiah, peningkatan mutu produk, memilih media advertasi yang efektif. Disinilah peranan teori permainan untuk menentukan strategi mana yang akan diputuskan oleh dirktur pemasaran tersebut untuk merebut pasar. Persaingan yang dicontohkan diatas dapat diidentifikasi untuk menjelaskan konsep teori permainan yang terdiri dari beberapa unsur-unsur dasar, yaitu:
1.  Angka-angka dalam matriks pay-off, atau biasa disebut matriks permainan, menunjukkan hasil-hasil (pay-off) dari strategi–strategi permainan yang berbeda-beda, hasil-hasil ini dinyatakan dalam suatu bentuk ukuran efektifitas seperti uang, persentasemarket share, atau utilitas.
2.  Maximizing player adalah pemain yang berada di baris dan yang memenangkan/memperoleh keuntungan permainan, sedangkan minimizing playeradalah pemain yang berada di kolom dan yang menderita kekalahan / kerugian.
3. Strategi permainan adalah rangkaian kegiatan atau rencana yang menyeluruh dari seorang pemain, sebagai reaksi atas perilaku pesaingnya. Dalam hal ini, strategi atau rencana tidak dapat dirusak oleh pesaing lainya.
4. Aturan-aturan permainan adalah pola dimana para pemain memilih strategi.
5. Nilai permainan adalah hasil pay-off yang diperkirakan oleh pemain sepanjang rangkaian permainan dimana masing-masing pemain menggunakan strategi terbaiknya. Permainan dikatakan adil apabila nilai permainan sama dengan nol dan sebaliknya.
6. Dominan adalah kondisi dimana pemain dengan setiap pay-offnya dalam strategi superior terhadap setiap pay-off yang berhubungan dalam suatu strategi alternative. Aturan dominan digunakan untuk mengurangi ukuran matriks pay-off dan upaya perhitungan.
7. Strategi optimal adalah kondisi dimana dalam rangkaian kegiatan permainan seorang pemain berada dalam posisi yang paling menguntungkan tanpa menghiraukan kondisi pesaingnya.
8. Tujuan dari model adalah mengidentifikasi strategi atau rencana optimal untuk setiap pemain.
Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi kalian pecinta game. Terima kasih.
Sumber : https://sutrisnoadityo.wordpress.com